Mendeteksi Kondisi Pasar Jenuh untuk Menghindari Pembukaan Posisi yang Salah

Mendeteksi Kondisi Pasar Jenuh untuk Menghindari Pembukaan Posisi yang Salah

Mendeteksi Kondisi Pasar Jenuh untuk Menghindari Pembukaan Posisi yang Salah

Mendeteksi Kondisi Pasar Jenuh untuk Menghindari Pembukaan Posisi yang Salah

Mendeteksi Kondisi Pasar Jenuh untuk Menghindari Pembukaan Posisi yang Salah, Harga suatu produk selalu naik, apalagi jika volume penjualannya rendah. Forex, sebagai produk keuangan dengan volume perdagangan tertinggi di dunia, memiliki pergerakan harga.

Pengertian Overbought dan Oversold

Laju kenaikan harga tidak mungkin tetap konstan. Harga yang turun pada akhirnya akan naik. Begitu pula sebaliknya. Kenaikan harga ini terjadi pada saat pasar dalam keadaan stabil. Berdasarkan perkembangannya, kondisi tersebut dibagi menjadi dua yaitu overbought dan oversold.

Overbought, juga dikenal sebagai oversold, adalah suatu kondisi di mana terlalu banyak transaksi beli dan harga terlalu tinggi, menyebabkan trader dan investor menyesuaikan posisinya dan menyebabkan harga turun. Sebaliknya, oversold atau jenuh jual terjadi saat transaksi jual sudah cukup banyak dan harga sudah cukup rendah. Naiknya harga minyak menyebabkan para pedagang dan investor menaikkan posisi jualnya sehingga menyebabkan harga kembali turun.

Ciri-ciri pasar jenuh.

Keadaan pasar ditunjukkan dengan perubahan harga atau pembalikan, tetapi hal ini tidak berarti bahwa harga akan naik setiap kali pasar turun. Jika harga hanya naik sementara, dalam waktu singkat, ini menandakan bahwa harga sedang mengalami penurunan. pembalikan atau penurunan.
Anda dapat menggunakan garis tren untuk lebih memahami keadaan pasar. Anda dapat melihat bagaimana kereta berjalan lebih cepat. Jika kereta telah berjalan secara konsisten tanpa penyimpangan, dan harga telah bergerak atau bergerak menyamping, dapat diasumsikan bahwa pasar sedang jatuh tempo dan akan segera berbalik arah.

RSI mengkonfirmasi kondisi overbought dan oversold.

Untuk mengidentifikasi keadaan pasar saat ini dengan lebih tepat, Anda dapat menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI). RSI adalah satu-satunya osilator yang dapat Anda gunakan untuk menemukan peluang perdagangan, serta membantu menentukan posisi yang sebaiknya dibuka.

Sangat mudah untuk menggunakan RSI. Masukkan indikator RSI ke dalam MetaTrader 4 Anda, lalu pantau pergerakannya dalam grafik harga. Jika indikator RSI turun di bawah 70, Anda akan mendapatkan konfirmasi bahwa pasar sudah overbought. Selanjutnya, konfirmasi oversold dapat diperoleh jika RSI melintasi 30. Untuk memanfaatkan pembalikan harga yang terjadi akibat kondisi overbought, tunggu hingga RSI kembali dan level 70 dari atas ke bawah tercapai sebelum memasuki posisi jual. Selain itu, jika Anda ingin membuka posisi beli setelah pasar oversold, tunggu hingga RSI kembali normal dan tetapkan level 30 dari bawah ke atas. Mulai sekarang, Anda dianjurkan untuk membuat posisi beli.

Penggunaan indikator RSI akan lebih menguntungkan jika dikombinasikan dengan indikator lain untuk konfirmasi, seperti Moving Average (MA) atau indikator MACD. Informasi lebih lanjut tentang indikator MA dapat ditemukan di sini.

Keadaan pasar saat ini dapat digunakan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan memaksimalkan keuntungan. Anda dapat membuka posisi beli saat oversold dan posisi jual saat overbought. Manfaatkan garis tren dan indikator RSI untuk lebih memahami situasi saat ini. Anda dipersilakan untuk merevisi strategi perdagangan Anda dengan akun demo Anda. Dalam artikel ini, Anda juga dapat mempelajari tentang fungsi indikator teknis lainnya.

 113 total views,  1 views today

Author: Diva Sasmita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *